Warli Haryana

Bumiku – The Earth

BUMIKU – Dalam menyelami kehidupan terkadang patron-patron kebudayaan lama terjaga, lamat-lamat tergerus teknologi kemodernan yang terkadang menjadikan ego pribadi manusia melupakan sebab dan akibat atas perbuatannya. Lambang kesuburan, simbol kekuatan saling asah-asih-asuh dan kesetiaan serta kerja keras selama ini menjadi pudar akibat mainstream teknologi baru yang menjadikan pribadi masa bodoh dan individualis. Manusia hidup yang penuh loyalitas dan memiliki kemampuan tinggi menjadi tidak ada arti dikala kehidupannya direnggut oleh hawa nafsu. Maka dalam makna kehidupannya menjadi kasar dan tak terbendung menjadi kegelapan.

Di era kehidupan normal baru ini sebagai manusia, kita dihadapkan kepada nilai-nilai pranata kehidupan baru. Seyogyanya kita sebagai masyarakat bumi mulai menyadari peduli terhadap lingkungan, merangkul bumi untuk menyatukan diri dan bersahabat dengan jiwa bersama alamnya. Bumi kita, kini sudah semakin panas dan bencana makin tidak terkendali akibat ulah manusia yang sering melupakan akan hakikat kehidupan, dan lebih bangga menyombongkan kemodernan yang dibalut teknologi, tetapi tidak berpihak kepada alam bahkan kecenderungan merusak.

2020 – Warli Haryana

Lecturer – Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia