Tri Wahyudi

Pagebluk ilang ing Mangsa Ketiga

Pagebluk Ilang ing mangsa ketiga adalah sebuah judul dalam bahasa Jawa yang berarti “Wabah akan hilang pada musim panas”, sebuah doa dan pengharapan yang muncul pada karya ini yang mempunyai harapan bahwa pada musim panas semua penyakit dan wabah akan mulai menghilang seperti sebuah riwayat hadist bagi umat muslim yang meyakini bahwa Muhammad saw adalah Rasulnya pernah mengatakan bahwa : “Apabila satu saat nanti, muncul bintang di satu hari, pada pagi hari, maka
akan diangkat lah segala macam wabah,” demikian sabda Rasulullah SAW yang dinukil Imam Ahmad bin Hambal dalam musnad kumpulan kompilasi hadis-hadis.

Kemudian dalam riwayat Imam Thabrani dalam Mu’jam Ausath 1305 disampaikan, “Tidaklah terbit bintang di pagi hari sama sekali sedangkan suatu kaum ditimpa penyakit (wabah), kecuali pasti wabah itu diangkat dari mereka”. Para ulama kemudian mengatakan, yang dimaksud bintang dalam hadis tersebut adalah bintang Tsurayya. Menurut Al-Imam ibnu Mulaqqin, bintang Tsurayya itu akan muncul pada bulan Mayu atau bulan May. Kita semua mengenalnya sebagai Mei.

Bahkan Syeikh Ahmad bin Abdurrahman Al-Banna As-Saati mengatakan bahwa wabah maksimal menimpa suatu megeri tidak lebih dari 50 hari. Kemudian Al-Imam Ibnu Hajar Al-Asqollani dan Al-Imam Badruddin Al-Ayni dalam Syarh Bukhori mengatakan bahwa wabah ini akan terangkat ketika memasuki musim panas. Pelbagai tanaman yang muncul di musim panas atau didaerah yang beriklim panas seperti
jagung, pisang, dan tanaman tropis lainnya menjadi sebuah simbol bahwa ketika musim panas datang maka kebahagian dengan musnahnya sebuah wabah menjadi suatu berita yang menggembirakan.


2020- Tri Wahyudi

Lecturer – Universitas Esa Unggul, Indonesia